KEPULAUAN KANGEAN
KEPULAUAN KANGEAN merupakan gugusan pulau yang terdiri atas 60 pulau. Kepulauan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sumenep, di Kepulauan kangen terdiri dari tiga kecamatan yaitu kecamatan arjasa, kangayan dan sapeken. Kecamatan kangayan merupakan pecahan dari kecamatan arjasa pada tahun 200. Kecamatan arjasa menempati wilayah kangean bagian barat yang terdiri dari beberapa desa di antaranya : Desa Kalisangka, Laok Jang-jang, Angkatan, Kolo-kolo, Bilis-Bilis, Sumbernangka, Buddi, Duko, Arjasa, Kalikatak, Angon-Angon, Kalinganyar, Gelaman, Pajennangger, Sambakati, Paseraman, Pandeman, Sawahsumur, Pabian. Sedangkan untuk Kecamatan Kangayan membawahi Pulau Kangean bagian timur yakni Desa Daandung, Timur Jang-Jang, Jukong-Jukong, Torjek, Kangayan, Batuputih, Tembayangan, Cangkaramaan, dan Saobi. Adapun untuk kecamatan Sapeken membawahi pulau-pulau kecil dan mendominasi bagian timur Kepulauan Kangean, di antaranya Sapeken, Paliat, Sadulang besar, Sadulang kecil, Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Saebus, Saor, Sepangkur Besar, Sepangkur Kecil, Saseel, Sakala, Sepanjang dll.
Walaupun Kepulauan Kangean masuk dalam administratif Sumenep namun Kepulauan ini secara sosial ekonomi jauh tertinggal dari induknya yaitu Sumenep. Hal ini tercermin dari fasilitas umum yang tersedia, seperti Jalan, Pasar, Air bersih, Penerangan, Sarana pendidikan, dsb.Kangean berjarak sekitar 100 km dari Sumenep. Transportasi yang ada saat ini adalah Kapal laut yang dikelola PT Dharma Lautan Indonesia dan Sumekar Line (milik Pemkab Sumenep) dengan transportasi ini pada cuaca normal bisa di tempuh dalam waktu 9 sampai 10 jam dari pelabuhan Kalianget ke pelabuhan Batu Gulok Kangean. Selain dengan adanya kapal Pemda Sumenep ada juga Kapal Express dari perusahaan swasta yang hanya memerlukan waktu 3,5 s.d. 4 jam untuk menempuh jarak tersebut. Dengan transportasi ini masyarakat Kangean dapat melakukan perjalanan baik urusan personal maupun urusan muat barang/dagang.
Kesenian khas penduduk Kangean adalah ludruk, gendhang dhumik (kecil) dan pacuan kuda atau dikenal dengan nama kamrat. Kesenian ini biasanya ditampilkan atau ditanggap oleh orang yang mempunyai hajatan pernikahan. Seni Pangka' adalah tarian kegembiraan masyarakat Kangean apabila telah selesai panen padi. Seni lain adalah Gellok-gellok an (Gulat tradisional) yang juga termasuk rangkaian perayaan habis panen. Kesenian gulat tradisional ini sering ditampilkan pada perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Makanan khas dari Kepulauan Kangean yaitu pes-pes, gurubik/burubik, kamboya, kue lanon, keripik tekai, sangngar-sangngar, pastel, dhudhul, korket, Paes buk buk, deng-deng mancilat, lemeng, orap-orap, taos-taos dll
Masakan khas untuk olahan lauk dari ikan seperti peccek-peccek, yang merupakan salah satu cara menghidangkan lauk panggang (lele/ikan air tawar, ikan air asin). Rasanya sedikit asin, asam/masam, dan lebih enak bila pedas. Masakan ini jarang dicampur dengan menggunakan sayur. Selain itu, masakan khas dari kepulauan ini adalah kella kalentang, kella pati (jawa=opor), kella marongghi dan nasi sella.
Ulasan
Catat Ulasan